Picetures of The Week

Setahun Bermimpi

Setahun Bermimpi

Make a dream together - Setahun Gunung Mimpi

Setahun Bermimpi

Evon baca puisi Khalil Gibran - Setahun Gunung Mimpi

Setahun Bermimpi

Nicko Manuhua persembahkan lagu "Mama" untuk Setahun Gunung Mimpi

Setahun bermimpi

Kado Ulang Tahun untuk Anak-Anak Gunung Mimpi

Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Saturday, February 9, 2013

Mimpi Kecil

Mimpi yang terwujud hampir sama rasanya dengan berhasil mendaki gunung. Lega yang tak terkatakan. Kemarin, 8 Februari 2013, satu mimpi kecil kami wujudkan: 'rumah belajar.'
Sejak lama kami memimpikan punya tempat khusus untuk berkumpul, membaca buku, belajar bersama, suatu tempat untuk meletakkan buku-buku dengan layak. Sekarang kami lega dan semakin bersemangat.
Sejak pukul empat sore, kakak-kakak dari berbagai komunitas berdatangan satu persatu. Jalan menanjak munuju Gunung Mimpi berhasil mereka taklukkan sekali pun ada juga yang nyaris tersesat.
Kak Youlee dan Kak Indam menuju puncak Gunung Mimpi (foto: @djulie_ts)
Senja di Teluk Ambon hari itu sungguh menawan. Semua sudah berkumpul, orang tua kami juga tidak ketinggalan. Kami siap untuk memulai pesta kecil merayakan dan mensyukuri satu mimpi kecil yang terwujud.
Evon dan Given memandu acara. Kami diajak bernyanyi dan bernyanyi. "Di sini senang, di sana senang, di mana-mana hatiku senang," kemudian "Naik-naik ke Gunung Mimpi," yang diadaptasi dari lagu "Naik-naik ke Gunung Nona."
Laut dan sore (foto: @wslly)
Kepada kakak-kakak dan semua orang tua yang hadir, Given dan Evon menceritakan kerja keras dibalik terwujudnya mimpi kecil ini. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua orang yang sudah membantu kami mewujudkan mimpi kecil ini.
Desember tahun kemarin kami diajak untuk merayakan natal bersama dengan Ikatan Wanita Bank Ambon (IWABA) di Aula Bank Indonesia, Ambon. Kami juga merayakan natal bersama-sama dengan kakak-kakak "Achiles 09" (Fakultas Kedokteran Unpatti) di Gedung Serbaguna Panti Werdha Ina Kaka, Passo. Mereka telah membantu kami untuk mewujudkan mimpi kecil ini. Oh, terima kasih untuk natal yang sungguh menyenangkan dan, tentu saja, kelinci paskah yang lucu.
Membangun (foto: @wslly)
 Kurang lebih satu bulan Bapa Boma Johannes meluangkan waktu dan segenap tenaganya untuk membangun rumah balajar kami ini hingga selesai. Beliau tidak meminta bayaran sepeser pun. Terima kasih banyak untuk semua orang tua yang turut membantu kami dalam banyak cara.
Tentu saja rak buku kami akan kosong tanpa buku-buku yang sudah beberapa kali dikirimkan oleh Taman Bacaan Anak Lebah. Pengetahuan yang tiada ternilai dalam buku-buku itu kini telah menemukan tempat yang layak. Terima kasih banyak untuk semua kebaikan ini. Salam hangat dari kami untuk Kak Vera Makki dan semua kakak, Pejuang Lebah Books. 
Rak buku baru (foto: Talsea)
Cerita Evon dan Given ditutup lagu "Laskar Pelangi" yang dinyanyikan oleh semua anak-anak Gunung Mimpi. Sukacita ini berlanjut dalam syukur yang dinyanyikan oleh Eby dan Angel. Sebuah lagu yang mengingatkan kami akan besar kasih dan setia Allah dan doa bersama semua orang yang hadir.
Siap-siap untuk menyanyi (foto: @IerNha_LTC)
Kakak Arie Rumihin juga bernyanyi dan menghibur kami semua. Senang sekali.

Melangkah memasuki "rumah belajar" kami pun menyanyikan "We shall Overcome," lagu setahun lalu diajarkan oleh Kakak Shuresj Tomaluweng. Brinet, Juliet, dan adik-adik kami yang masih kecil, merekalah yang membuka pintu dan yang pertama kali masuk ke dalam Rumah Belajar diikuti semua orang dan kami pun menandai momen istimewa itu dengan membaca buku bersama-sama.
Sore itu semua orang membaca buku. Ada banyak hal menarik yang ditemukan dan bersama-sama dibagikan.
"Dokter Zero, dia meciptakan sesuatu yang baru. Jadi, adik-adik juga bisa menciptakan hal yang baru," ucap kakak Dalenz, penyanyi reggae itu kepada kami.
"Buku yang saya baca berjudul English. Dari buku ini kita dapat belajar bahasa Inggris dan menambah kosakata," begitu kata Astria, kawan kami.
Baca buku yuuk! (foto: Talsea)
"Kezia dalam kelemahannya membuktikan bahwa dia mampu, maka adik-adik juga bisa jika berusaha," begitu kata kakak Lely sesudah membaca buku  berjudul Kezia: cahaya kecil dalam kegelapan.
Membaca buku berjudul Di Lautan, 'Opa' Rudi Fofid membagikan kesannya. "Gambar-gambar dalam buku ini memberi inspirasi. Teks-teksnya pendek sehingga bisa dibaca dengan cepat. Buku ini dibikin untuk anak-anak kota yang tinggal jauh dari laut. Buku kita adalah alam di sekitar kita."
Begitulah hari istimewa itu kami rayakan. Sesudah itu ada banyak sekali ada banyak obrolan ringan, sukun goreng, sambal, teh manis, kopi, dan kakak-kakak masih terus datang.

Kami sangka perayaan ini sudah berakhir, tetapi kakak Ronal datang dan bercerita tentang Mirah Mini. Kami mendengarkan cerita yang amat bagus, buku cerita yang juga disertai lukisan-lukisan bagus yang ditunjukkan kakak Theisar kepada kami. Oh iya, mereka memberikan buku-buku itu kepada kami. Sudah kami simpan di rak buku.
Terima kasih kepada Kakak Maestro untuk petikan gitar yang menemani kami bernyanyi. Terima kasih untuk semua yang sudah datang dan semua yang bersama dari jauh.  Mimpi memang bisa menjadi kenyataan!

Saturday, October 15, 2011

Kelelahan menjadi Senyuman

Oleh Wirol Haurissa

Sore hari begitu sayup, saatnya matahari terbenam dan waktu tenang untuk belajar bersama adik-adik. Saya dan Mario Nussy bergegas ke Gunung Mimpi, tak disangka saat pertengahan jalan kami berdua bertemu dua orang kakak.

Ternyata mereka berdua bernama Wilza Parera dan Valen Anakotta. Kami bercakap-cakap, sesaat kemudian Wilza dan Valen mengikuti saya dan Mario, menuju Gunung Mimpi.

Kami berempat mulai melangkah namun tiba-tiba muncul pertanyaan keingintahuan dari mereka berdua “di mana Gunung Mimpi itu”.

Pertanyaan itu mulai terjawab ketika kami sampai di Amahusu. Tepatnya di tikungan jalan, maka pertanyaan mereka berdua mulai terjawab. Sekitar pukul 17.33 WIT kami berempat bertemu dengan adik-adik. Respon yang baik, sapaan hangat lewat kata-kata dan ekspresi adik-adik memadang kakak Wilza dan Valen.

Sambil berpandangan, adik-adik bersalaman dengan kakak baru mereka. Saya tak begitu lama memandangi mereka karena adik-adik yang lainnya sedang bersih-bersih sekitar tanjakan jalan rumah adik Titi menuju Gunung Mimpi. Itulah wujud dari aktivitas mereka mencintai alam.

Kami berempat tanpa berlama-lama, mengajak adik-adik untuk belajar. Walau mereka terlihat lelah dan seorang kakak menyarankan untuk belajar besok namun adik-adik Gunung Mimpi tak mau. Sungguh mengagumkan ketika keinginan mereka untuk tetap melakukan aktivitas belajar tak bisa dihentikan.

Kedatangan kakak yang baru membuat keadaan semakin berwarna dan adik-adik pun bersemangat. Tanpa berlama-lama, kami semua menuju tempat belajar sambil tertawa dan gembira karena lelucon yang dibuat kakak Macho.

Sampai di tempat belajar, adik Geby berlari, bersuara keras dan memberikan salam kepada kakak-kakak yang baru. Keinginan keras dari adik-adik membuat kedua kakak, ikut bersemangat, walaupun kelihatan raut wajah dan tubuh yang tak kuat lagi dari Valen dan Wilza saat naik gunung.

Waktu terus berjalan seakan langit menjadi gelap namun keinginan adik-adik tak gelap seperti malam itu. Sambil menarik nafas dan perlahan mengatur detak jantung. Kami lalu belajar dengan adik-adik. Ramai rasanya kami semua berkumpul.

Kakak Wilza yang biasa dipanggil Icha, diminta oleh adik-adik untuk membawakan doa dengan bahasa inggris dan adik-adik mengikuti kakak Icha saat mengucapkan doa.

Kaka Icah mulai berdoa “Bapa Kami versi Bahasa Inggris”

Our Father which art in Heaven,
Hallowed be Thy Name.
Thy Kingdom come,
Thy Will be done,
On Earth, as it is in Heaven.
Give us this day our daily bread,
And forgive us our trespasses,
As we forgive those who trespass against us.
And lead us not into temptation,
But deliver us from evil.
For Thine is the kingdom, the power, and the glory,
Forever.
Amen.

Permulaan yang baik dari awal perkenalan. Kami belajar dan membuat tugas bersama. Adik Intan, Valy, Deriski, Eksel dan Edo mempunyai tugas Bahasa Inggris yang dikerjakan bersama-sama kakak Icha. Bertepatan dengan tugas bahasa inggris, adik Edo dan Intan juga belajar menggambar kerena pada keesokan harinya ada tes mulok.

Kami semua belajar bersama, sampai akhirnya kami harus berpisah. Perpisahan kami ditutup dengan doa oleh adik Valy. Sambil berpelukan membuat lingkaran kecil, kami berdoa bersama-sama. Kesan demi kesan menjadi penyembuh bagi hati dan penyejuk bagi semuanya.

Kakak Valen mengucapkan “banyak terima kasih kepada adik-adik gunung mimpi karena mereka telah memberikan pengalaman yang indah untuk hidup”.

Kakak Icha menulis perasaanya pada sehelai kertas “Gunung Mimpi, lelah, capek, sengsara karena naik gunung membuat saya pertama kali menginjak kaki di sini dan kelelahan menjadi hilang dalam sekejap karena melihat dan merasakan, betapa besarnya minat dan bakat yang dimiliki oleh adik-adik di sana.

Adik-adik yang mempunyai niat belajar membuat orang-orang yang tak peduli dengan pedidikan dan menyianyiakan keringat orang tua sangatlah banyak. Namun pada akhirnya saya mendapat jawaban bahwa belajar dan rasa ingin tahu sangat besar dari adik-adik Gunung Mimpi sampai memacu kaka Icha untuk menghargai pendidikan".

Adik-adik pun kembali ke rumah masing-masing. Saya, kakak Mario, kakak Icha dan kakak Valen turun gunung. Keceriaan ditambah banyak hal yang dipelajari saat itu, membuat kami tak bisa melupakannya begitu saja karena pertemuan kami penuh makna. Kami berempat melangkah penuh kebahagiaan yang menjadi bagian dari adik-adik.

Pdt Jacky, Kakak Uken, kakak Ronny, kakak Ino, kakak Noel yang jauh dan kakak yang lainnya. Salam dari adik-adik Gunung Mimpi untuk kalian semua. Buat kakak Icha dan kakak Valen terima kasih atas pelajaran hari ini dan perkenalan yang tak disangka menjadi indah. Terima kasih banyak bagi kakak-kakak yang menudukung dan mendoakan kami setiap saat.

BerSamPlas 17: Kami Sahabat

# BerSamPlas 17 | Henry Kdise #
Bertemu sejak tiga minggu berlalu, saya dan Mario Nussy sekitar pukul 13:03 menuju Gunung Mimpi, tepatnya di Amahusu. Kami berdua sampai di tempat tujuan dan besiap menaiki gunung.

Kehadiran kami tak disangka adik-adik Gunung Mimpi, dengan kaget kami berdua membuat mereka tersenyum. Rasa rindu dari adik-adik membuat kami, rasakan kebahagiaan, senang, gembira dengan suara teriakan memanggil kami. “Kaka Maryo, kaka Wirol”.

Kami berpelukan, duduk bersama. Saya dan Mario istirahat saat tiba di gunung. Hari yang menyentuh hati, kami semua bertemu dan berkumpul di tempat biasanya “rumah kaka Weslly Johannes”.

Sambil istirahat, kami siap turun gunung bersama adik-adik. Begitu semangatnya mereka langsung menyampaikan perasaan untuk BerSamPlas dan mengangkat pasir untuk membangun tempat belajar.

Perlengkapan telah disiapkan “karung dan kantong plastik”. Saatnya, kami turun gunung dan menuju Pasir Putih. Sebelum turun gunung, kegiatan kami mulai dari rumah masing-masing dengan mengangkat sampah disekitar lingkungan rumah.

Saat tiba di jalan kami lalu berdoa yang dibawakan oleh adik Edo. Selesai berdoa kami langsung melangkah sepanjang jalan sambil mengakat sampah plsatik. Cara kami adalah proses membentuk setiap karakter berlajar mencintai alam dan sesama.

 
Langit cerah merona, mengeringi perjalanan kami sampai tiba di pasir putih. Kami semua bekerja bersama-sama, membersikan pantai dan mengangkat pasir. tindakan kami membuat semuanya tampak gembira dan tanpa beban. Aktivitas yang dilakukan membuat kami menjadi sahabat, walau terkadang kami bermarahan satu dan lain namun untuk membangun tempat belajar, kami bergandengan tangan dan menghilangkan semua kemarahan.

Sambil mengakat pasir, kami bercerita dan membangun dinamika, menjaling hubungan kekerabatan. Cerita-cerita singkat saat berakhirnya BerSamPlas dan mengangkat pasir diungkapan oleh kakak Mario Nussy.

Sementara bercerita, kami melepaskan beban tanpa syarat. Angin yang berhembus sepoi-sepoi dan panasnya udara tak bisa menghilangkan semangat kami. Kecerian saya dan adik-adik mulai berdamai, kami membuat lingkaran dan berpegangan tangan sambil bernyanyi.

Selesai BerSamPlas, kami menaiki gunung dan menutup aktivitas saat itu dengan doa. “bukan untuk hari ini saja, tetapi untuk seterusnya, kami menjadi sahabat yang tak terpisahkan”.



Kesombongan, kemarahan hilang. Kami bergembira bersama-sama dengan Alam dan siapa saja. Kekompakan telah kami miliki dan menjadi kenangan kebersamaan yang laur biasa. Saya dan Mario berpisah dengan adik-adik dan aktivitas hari itu membawa kami pada satu tujuan yaitu sahabat. (5w1h)

Sunday, September 25, 2011

BerSamPlas 16: Satu Jam Saja



Tidak banyak yang berubah sejak minggu kemarin. Seperti biasa kami akan bersih-bersih sampah plastik lagi hari ini. Sambil menanti kedatangan kakak pembina, kami bermain di lapangan dekat tempat belajar kami di Gunung Mimpi. Satu jam hampir lewat sudah sejak jam 4 sore kami menunggu. 

Akhirnya, kakak pembina pun datang. Usai berdoa, kami pun segera mulai tanpa banyak bicara sebab matahari hampir tenggelam.Tidak banyak yang kami lakukan sore ini. Satu jam bukan waktu yang lama untuk berjalan memungut sampah di lingkungan sekitar Gunung Mimpi. Tapi satu hal baik yang kami pelajari yaitu kesetiaan untuk tetap melakukan kewajiban.

Hari ini kami berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak 2 kantong. Ini kami sebut banyak karena memang sudah 3 kali kami membersihkan dan ternyata masih ada lagi. Itu berarti bahwa di lingkungan sekitar kami, masih ada orang yang tahu bahaya sampah plastik dan belum sadar untuk mengolah sampah agar tidak merusak lingkungan hidup.


Mari jaga lingkungan sekitar kita dengan tidak membuang sampah sembarangan. Salam manis dari kami semua di Gunung Mimpi!

BerSamPlas15: Bersihkan Tempat Belajar Baru

Sore cerah membawa kami berkumpul di tempat belajar. Kami pun berdoa bersama dan bersepakat. Kali ini, kami akan membentuk dua kelompok masing-masing tugas. Kelompok perempuan bertugas untuk memungut sampah plastik di daerah sekitar Gunung Mimpi, sedangkan kelompok laki-laki bertugas untuk membersihkan tempat belajar yang baru dan membuat selokan agar tidak terjadi genangan air di sekitar tempat belajar.

Kami mulai bekerja dalam kelompok masing-masing. Kawan-kawan perempuan berjalan memungut sampah di lingkungan sekitar. Ada juga kawan-kawan perempuan yang masuk ke dalam rumah keluarga-keluarga di sekitar tempat tinggal dan mengambil sampah yang sudah dikumpulkan untuk nanti kami buang ke tempat pembuangan sampah.

Kelompok laki-laki tidak kalah rajinnya. Ada yang mengali selokan dengan cangkul, ada yang mengangkut tanah galian dengan gerobak, semuanya bekerja dengan semangat dan keceriaan. Kawan-kawan yang laki-laki membuat selokan agar air yang mengalir sewaktu hujan tidak tergenang dan menjadi tempat nyamuk berkembang-biak.

Waktu berlalu dengan cepat seiring pekerjaan yang mulai selesai. Kami lalu beristirahat menikmati roti dan air putih yang sudah kami sediakan. Beberapa kawan-kawan bermain dan  yang lainnya bersendagurau. Lalu kami pun berdoa untuk mengakhiri kegiatan hari itu. Sekian dulu ya! 

Salam manis dari kami semua di Gunung Mimpi!

Wednesday, September 14, 2011

Pergi Untuk Kembali

Kemarin sore kami datang untuk belajar. Seperti biasanya kami membawa perlengkapan belajar lengkap. Buku tulis, pena, pensil, penghapus, buku pelajaran, dan sudah siap dengan tugas-tugas yang akan dikerjakan. Tetapi kami kaget karena hari ini kami harus beribadah. Kami lebih terkejut lagi karena ibadah ini adalah ibadah perpisahan dengan salah satu kakak pembina kami yang akan pergi melayani jemaat di Negeri Nolloth.

Alhasil, kami memutuskan untuk segera mempersiapkan sesuatu yang akan dipersembahkan untuk kakak kami, Kak Talsea Tamaela. Beberapa kawan kami tidak mengikuti ibadah karena harus mempersiapkan persembahan untuk kakak kami.

Saat ibadah yang diadakan di tempat belajar selesai dilakukan, maka kami pun bersiap-siap mempersembahkan lagu, pesan, dan pantun kepada Kak Talsea. Kami menyanyikan lagu “Pergi Untuk Kembali” sambil Evon menyampaikan pesan. Tanpa sadar kami menangis, semua menangis untuk waktu yang cukup lama.

Setelah itu ada pantun-pantun yang membuat kami tersenyum ceria. Novren, Jefry, Aksel, Edo, Mega, Evon, dan kawan-kawan membawa keceriaan dalam pantunnya. Kami pun mendengar pesan dari Kak Talsea. Kak Talsea bilang: “Tanggal 14 September tahun depan Kakak Ta sudah kembali. Satu tahun itu tidak lama. Kakak Ta yakin adik-adik semua akan terus bertambah besar, bertambah giat belajar, dan bertambah cantik dan keren. Tetap jadi orang-orang yang mencintai alam dan sesama supaya dunia ini damai”.

Setelah mendengar pesan dari Kakak Ta, kawan-kawan masih terus berbalas pantun dan semakin ceria. Kami pun mengucapkan selamat kepada Kakak Ta, kami semua memeluknya dan berdoa semoga Kakak Ta baik-baik saja dan kembali bertemu dengan kami di Gunung Mimpi.

Berikut salah satu pantun perpisahan yang Jefry sampaikan:

Kabaena gunung yang tinggi
Ombak di laut sama ratanya
Sungguh enak orang yang pergi
Kami yang tinggal apa rasanya

Seterusnya, foto bersama dooong! 

Demikian cerita sore kemarin. Salam manis dari kami semua di Gunung Mimpi.

Sunday, September 11, 2011

BerSamPlas 14: Di Gunung Mimpi

Sejak siang tadi suasana di beberapa titik di Kota Ambon dipenuhi massa. Ini jadi perhatian banyak orang termasuk kami di Gunung Mimpi. Tapi, kondisi itu tidak membatasi kami untuk tetap menunaikan tugas kami kepada bumi. Kami tetap BerSamPlas!

Sebelum mulai memungut sampah plastik, kami bersepakat untuk hari ini tidak turun ke jalan sebagaimana biasanya. Kami hanya akan bersih-bersih lingkungan di sekitar tempat tinggal kami di Gunung Mimpi karena tidak ingin membuat orang tua kami kuatir karena kondisi yang sementara terjadi di beberapa tempat di Kota Ambon. Kami pun berdoa bersama untuk kegiatan BerSamPlas kali ini. Tentu kami juga mendoakan kondisi Kota Ambon yang ricuh sejak siang tadi.

Usai berdoa, kami pun mulai berjalan dan memungut sampah plastik di sekitar rumah-rumah kami. Mulai dari rumah kawan kami Edo sampai rumah Evon dan Intan. Alhasil, sampah plastik yang terkumpul ada 7 kantong dan 2 karung.

Setelah itu kami pun beristirahat dan bermain bersama di tanah lapang yang semula dipersiapkan untuk membangun rumah. Kami bermain hingga pukul 05.30 sore tadi. Ada yang bermain “Asen”, ada juga yang bermain “Enggo Lari”.

Ada pesan dari kami untuk semua warga kota Ambon, “Jangan mudah terpengaruh kata orang, apa pun keadaannya kita semua tetap harus saling menyayangi.” Demikian cerita tentang BerSamPlas 14 sore tadi. Mari jaga Ambon supaya lebih manis lagi! Salam manis dari kami semua di Gunung Mimpi.

Monday, August 29, 2011

Surprise!

Hari ini ada kejutan yang menyenangkan. Kami dikunjungi secara tiba-tiba oleh Kak Della, Kak Jhe, Kak Ika, dan Kak Ray. Meski hari hujan, namun kakak-kakak ini berjuang untuk datang sendiri ke Gunung Mimpi untuk berbagi pengetahuan dengan kami.

Kami sementara bermain di rumah masing-masing. Vika dan Axel bermain bersama-sama di rumah Novren, sedang kawan-kawan yang lain bermain di luar rumah. Kakak kami memanggil kami dan memberitahukan bahwa ada kakak-kakak yang datang untuk berjumpa dengan kami. Akhirnya, permainan kami hentikan dan kami semua menuju tempat belajar.

# Jarimatika sebelum Belajar Bahasa Inggris #
Di sana, Kak Della, Kak Jhe, Kak Ika dan Kak Ray sedang menanti. Kami pun berkumpul dan bernyanyi bersama. Usai menyanyi bersama, kami pun berdoa dan memulai kegiatan belajar hari ini. Kami dibagi dalam dua kelas. Ada kelas Bahasa Inggris untuk kawan-kawan Sekolah Dasar dan Kelas Psikologi Remaja untuk kawan-kawan yang SMP. Kelas Bahasa Inggris diasuh oleh Kak Della dan Kak Jhe, sedangkan kelas Psikologi Remaja oleh Kak Ika dan Kak Ray.

# Kak Ika berikan Buku | Kak Ray with Kelas Psikologi Remaja #
Setelah belajar bersama, kami berencana untuk menonton film yang berjudul "Letters to God", tetapi kami terpaksa harus menontonnya tanpa Kak Ika, Kak Ray, Kak Della dan Kak Jhe. Mereka harus kembali pulang karena hari mulai gelap di luar sana. Sebelum pulang, Kak Ika memberi kami beberapa buah buku dan berpesan agar kami rajin membaca.

Terima kasih banyak untuk kakak-kakak yang sudah berkunjung ke Gunung Mimpi dan berbagi pengetahuan dengan kami semua di sini. Semoga sukses menggapai mimpi :)

#BerSamPlas 13: Tetap Asyik!

Hari Minggu tanggal 28 Agustus 2011, pukul 03.25 sore, kami berkumpul untuk kegiatan Bersih Sampah Plastik yang selalu kami lakukan. Kali ini untuk ke-13 kalinya kami akan pergi memungut sampah plastik sepanjang ruas jalan SMA Negeri 6 Ambon sampai ke daerah pantai sekitar Hotel Tirta Kencana.

Hanya sedikit saja kawan-kawan yang ikut. Kami hanya 14 orang ditambah dua orang kakak pembina dan seorang kakak kami yang sementara berkunjung ke Ambon. Kami berdoa bersama sebelum berkegiatan. Usai berdoa kami langsung membawa karung dan memungut sampah plastik.

Saat kami berjalan maju agak jauh, datanglah Givandro menyusul kami. Kami senang karena jumlah kawan yang hadir semakin bertambah. Kami terus berjalan maju dan betapa senangnya hati kami saat kawan kami Mario juga bergabung bersama kami. Belum habis rasa senang, datang pula Kak Tasha dan Kak Ghusye. Lengkaplah sudah kegembiaraan saat itu.
# Kak Titi & Livia, beres-beres sampah #

Setibanya kami di pantai, semua sampah yang terkumpul kami gabung dalam beberapa karung dan akhirnya terkumpullah 6 karung penuh sampah plastik ditambah lagi 2 kantong. Sekarang, saatnya bermain. Ada kawan-kawan yang bergantian membawa sepeda milik kawan kami, Mario. Ada juga yang membuat kolam di pinggir pantai, dan ada juga yang sekadar bermain di sepanjang talut di dekat pantai itu.

# Main "Benteng" #
Hari ini kami juga beroleh beberapa pemberian dari Kak Titi, beberapa buah buku yang akan kami taruh di #Sudut Baca. Setelah berkumpul untuk sekadar makan kue dan minum air, kami pun bermain lagi. Kali ini semua bergabung dan bermain "Benteng" bersama Kak Tasha dan Kak Ghusye. Kami bermain hingga hari mulai gelap, lalu berangkat pulang ke Gunung Mimpi.

Itulah sedikit cerita tentang #BerSamPlas 13. Terima kasih untuk kakak dan kawan semua yang sudah bersama-sama dengan kami. Sampai jumpa minggu depan!

Salam manis dari kami semua di Gunung Mimpi

Saturday, August 27, 2011

Gunung Mimpi: Tentang Hari Raya Idul Fitri


# @ Pattimura Park #
Sore ini kami semua turun gunung. Kami hendak pergi belajar dan bermain di Pattimura Park. Ada beberapa kawan kami yang hendak pergi Berbuka Puasa bersama di Gedung DPRD Kota Ambon, namun karena kendala transportasi, mereka terlambat dan akhirnya bergabung dengan kami di Pattimura Park.
Satu mobil angkutan umum yang penuh sesak mengantar kami ke kota. Begitu tiba di Pattimura Park, kami belajar menulis. Topiknya sederhana, yakni apa saja yang kami semua ketahui tentang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran dan berbagai hal di sekitarnya, misalnya bulan Ramadhan, yakni bulan puasa. Kami dibagi dalam 4 kelompok untuk mendiskusikan hal ini.
Berikut ini pandangan Anak-Anak Gunung Mimpi tentang Hari Raya Idul Fitri dan bulan Ramadhan. Harap dimaklumi jika ada banyak kekurangan bahkan kekeliruan sebab pada dasarnya kami semua beragama Kristen dan jarang sekali berjumpa dengan kawan-kawan yang beragama Islam. Kawan dan kakak semua yang lebih mengetahui tentang Idul Fitri dan Ramadhan kiranya bisa mengoreksi pendapat kami tentang hal itu.
# Belajar di Pattimura Park #
Ini pandangan kawan-kawan dari masing-masing kelompok
Cowok-Cowok Keren
Menurut kawan-kawan dari kelompok “Cowok-Cowok Keren”, Idul Fitri adalah hari yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia dan itu juga adalah hari untuk bermaaf-maafan. Di hari ini tidak boleh bertengkar, begitu juga selama bulan Ramadhan.
Bougenvile Sweet
Idul fitri adalah hari di mana semua umat muslim merayakan hari kemerdekaan mereka. Sebelum Idul Fitri mereka berpuasa karena memang diharuskan oleh agama. Mereka juga dilarang makan makanan yang dianggap haram, seperti daging bagi dan daging anjing. Dalam berpuasa mereka diharuskan untuk menjalankan beberapa peraturan yaitu (1) bangun pagi untuk sholat dan kemudian sahur; (2) berpuasa dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam; (3) Sholat Magrib dan berbuka puasa.
Dalam berbuka puasa mereka harus minum air putij kemudian makan makanan yang manis dan enak. Makanan itu bisa berupa buah Kurma, Es Pisang Ijo, Es Buah, Asida, dan lain sebagainya. Supaya puasanya penuh mereka harus menahan diri dari godaan, bersihkan hati dan saling menolong.
The Best
Menurut kawan-kawan The Best, Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang nanti akan dirayakan pada tanggal 30 bulan ini atau tanggal 1 bulan depan. Hari raya Idul Fitri juga adalah hari untuk saling memaafkan, contohnya orang yang suka berbuat jahat pada orang tuanya akan meminta maaf menjelang hari raya Idul Fitri.
Rajawali
Hari lebaran kali ini adalah hari lebaran yang ke 1443 Hijriah. Di bulan ini umat muslim harus saling memaafkan dan saling menghormati satu sama lain. Sebelum mereka merayakan lebaran mereka harus berpuasa selama satu bulan penuh. Mereka tidak boleh makan karena mereka akan makan pada pukul 06.30 sore dan pukul 04.00 pagi. Jika hari raya telah tiba, mereka sangat senang dan gembira dan menyalakan kembang api dan petasan. Ada juga yang pulang ke kampung halaman. Itulah lebaran yang kami tahu. Lebaran yang sangat menyenangkan bagi umat muslim dan kita harus menghormati mereka walaupun mereka berbeda agama dengan kita.
Demikian pandangan-pandangan tentang Hari Idul Fitri. Semoga kakak dan kawan semua bisa memberi penjelasan yang lebih baik untuk mengoreksi pandangan-pandangan di atas.
Salam manis dari kami semua di Gunung Mimpi

Sunday, August 21, 2011

#BerSamPlas 12: Empat Karung

# BerSamPlas 12 #
Minggu ini, 21 Agustus 2011, budaya bersih yang berusaha kami tumbuhkan melalui kebiasaan Bersih Sampah Plastik mengalami ujian. Ujian yang kami hadapi hari ini adalah kesetiaan atau ketetapan hati untuk terus melakukannya. Tidak terasa hari ini sudah 12 kali kami melakukan aksi bersih sampah plastik dan rupanya ada banyak teman yang mulai kehilangan semangat atau mungkin mulai bosan. Akhirnya hanya sedikit dari kami yang hadir dan berjalan memungut sampah plastik hari ini. Sekitar 10 orang kawan kami yang tidak hadir.

Seperti biasa, kami berkumpul dan berdoa dan setelah itu langsung turun ke jalan dan mulai memungut sampah plastik. Hari ini tidak terlalu banyak sampah yang bertebaran di pinggir jalan. Kami hanya berhasil mengumpulkan 4 karung penuh sampah plastik hari ini.
# Turun Gunung untuk #BerSamPlas 12 #
Ada kakak-kakak yang menemani kami #BerSamPlas hari ini. Kak Tasha, Kak Zhy, dan Kak Ghusye menyusul kami ke pantai dan memungut sampah plastik bersama kami. Ada juga kak Jecky dan Kak Noel yang selalu setia. Pantai juga semakin bersih, kami hanya berhasil mengumpulkan setengah karung sampah plastik di situ. Ini tentu jauh lebih sedikit dari minggu-minggu sebelumnya.

Setelah selesai mengumpulkan sampah plastik dan siap untuk diangkut ke tempat pembuangan sampah, maka kami pun bermain. Permainan sore ini bernama "boi", permainan lokal yang sangat membutuhkan ketangkasan dan kerja sama tim yang kuat. Biasanya, permainan ini menggunakan kaleng dan bola kasti, tapi karena kaleng tidak ada maka kami hanya menggunakan potongan-potongan kayu berbentuk kotak dan bola plastik untuk menggantikannya. Yang penting permainannya bisa kami nikmati. Kami bermain di lapangan yang berada tidak jauh dari pantai. Usai bermain, kami beristirahat sejenak dan menikmati pisang goreng yang masih hangat, yang dibeli dari tempat gorengan di pinggir pantai yang kami bersihkan itu. Makan bersama-sama sambil bercerita dengan kakak-kakak ternyata menyenangkan juga.
# "Boi", Permainan lokal : Ketangkasan dan kekompakan adalah utama #
Kami berpindah kembali di pantai. Kali ini untuk bermain sambil belajar bahasa Inggris. Permainannya adalah tebak kata dalam bahasa Inggris dengan menggunakan kartu kata benda. Kartu ini adalah pemberian Kak Fanny sewaktu pulang dari Surabaya baru-baru ini. Kami membagi diri dalam dua kelompok yang saling berkompetisi. Kak Tasha dan Kak Zhy juga ikut bermain.

Akhirnya, kami pun kembali pulang. Berjalan bersama-sama menikmati jalanan yang sudah bersih dengan gembira. Kami berdoa untuk mengakhiri kegiatan hari ini dan berpisah satu dengan yang lain. Sampai jumpa di #BerSamPlas 13 ya! Semoga tetap semangat!

Wednesday, August 10, 2011

iTabaos dan Berbuka Puasa Bersama

# Gunung Mimpi di iTabaos #
Sore tadi kami semua menghadiri Talkshow Bareng Om Onno W. Purbo, yang diadakan di Hotel Marina. Kegiatan itu bernama iTabaos 2011. Tabaos adalah kata dalam bahasa Ambon yang berarti "mengumumkan" atau memberitahukan kepada semua orang. Kegiatan iTabaos ini bertujuan untuk memperkenalkan Informasi dan Teknologi kepada generasi muda. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama Internet Sehat, ICT Watch, Ford Foundation, Blogger Maluku (Arumbai), Maluku Baronda, Ambon Bergerak, Maluku Photo Club, dan lainnya.

Kami tiba di tempat kegiatan sekitar jam 4.30 sore dan kami terlambat. Kegiatan sudah dimulai dan kami langsung bergabung dengan kakak-kakak yang sudah hadir sejak awal. Jujur saja, percakapan orang dewasa agak membosankan bagi kami yang masih kecil, tapi kami menikmatinya saja. Percakapan tentang Internet, Media-medianya, dan lain-lain.

Setelah semuanya selesai, kami pun Berbuka Puasa bersama. Ini yang menarik, sebab kami selama ini belum pernah sekalipun melihat bagaimana cara berbuka puasa itu. Ini aneh bukan? Tentu saja aneh, sebab seharusnya kami yang hidup di bumi Maluku yang majemuk tahu dan saling mengenal satu dengan yang lain, sekalipun kami berbeda agama. Syukurlah, hari ini kami bisa terlibat bersama-sama. Ini pengalaman menarik yang kami ceritakan sepanjang perjalanan pulang ke rumah.

Oh iya, hampir lupa! Setelah berbuka puasa bersama, ada kawan-kawan kami yang membacakan puisi untuk kami semua. Kawan kami, Tiara dan Intan membacakan puisi Chairil Anwar dan Iman Abda. Kami juga berbalas pantun dengan om-om yang datang dari Jakarta dan menyanyikan lagu yang sebelumnya pernah kami nyanyikan di gereja. Akhirnya kami menyanyikan lagu Ambon yang berjudul "Gandong" serentak bersama-sama. Lagu itu bercerita tentang persaudaraan atau tentang bagaimana orang Maluku hidup bagai saudara sekandung. Itu cerita kami hari ini

Terima kasih untuk kakak dan kawan-kawan semua. Salam manis dari kami semua di Gunung Mimpi.

Sunday, August 7, 2011

#BerSamPlas 10: Kawan-Kawan Baru

# sebab dalam melakukan hal-hal yang baik pun kamu akan beroleh kawan. Kami membuktikannya hari ini! #
Hari ini sampah plastik lebih banyak dari minggu kemarin. Ini tantangan! Padahal minggu lalu kami sempat senang karena sampah makin berkurang di sepanjang jalan yang kami telusuri. Hari ini juga berbeda dengan minggu kemarin. Hari ini sangat cerah! Seperti biasa kami #BerSamPlas lagi untuk ke-10 kalinya.

Kelvin berdoa untuk kegiatan hari ini setelah kami semua menyanyikan satu lagu yang bagus dan memberi semangat. Lagu itu berjudul "We Shall Overcome". Kami pun memulai kegiatan Bersih Sampah Plastik. Berjalan sambil memungut sampah di sepanjang jalan. Kami ditemani Kak Wirol dan Kak Maryo yang sudah datang di Gunung Mimpi semenjak hari Sabtu malam.

Belum setengah perjalanan, beberapa karung yang kami bawa sudah penuh dengan sampah plastik. Mulai dari kantong plastik, botol plastik dan berbagai kemasan makanan ringan. Tentu ini ulah manusia, sebab hewan tidak makan wafer atau minum pulpy orange, dan lain sebagainya. Jalan raya jadi tempat sampah. Memang di daerah sekitar tempat tinggal kami, Negeri Amahusu, tidak ada tempat sampah tapi ini tentu bukan alasan untuk buang sampah sembarangan.

# Kawan Baru | BerSamPlas 10 #
Kami terus berjalan dengan semangat. Semangat ini membawa kami berjumpa dengan beberapa kawan baru. Begitu kami tiba di depan rumah Kak Fanny, kantong plastik yang Kak Fanny bawa sudah penuh dengan sampah plastik. Saat kami berjalan maju, ada beberapa orang anak sedang bermain. Begitu kami lewat dan Kak Fanny turut berjalan bersama kami, mereka kemudian menawarkan diri untuk bergabung. Akhirnya, di Minggu ke-10 ini, kami punya kawan-kawan yang baru. Mereka juga cinta alam.

# Kawan Baru | BerSamPlas 10 #
Kami berjalan terus sambil memungut sampah plastik hingga akhirnya tiba di pantai. Sore ini air laut sedang surut dan kami semua langsung memungut sampah-sampah plastik yang bertebaran di sana. Semua kantong dan karung yang kami bawa sudah penuh sekarang. Ini tentu pertanda saat bermain telah tiba. Kami bermain bersama-sama dengan kawan-kawan yang baru bergabung. Dalam rekreasi itu kami saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Sekarang banyak orang muda yang terpaksa memilih melakukan hal-hal yang tidak seharusnya hanya untuk memperoleh banyak kawan. Kamu tentu tidak perlu berpikir demikian, sebab dalam melakukan hal-hal yang baik pun kamu akan beroleh kawan. Kami membuktikannya hari ini!

Selepas itu kami semua berenang bersama dan kakak-kakak duduk santai menikmati pantai dan sore yang indah di Teluk Ambon. Terima kasih untuk kakak semua yang telah bersama-sama dengan kami #BerSamPlas hari ini. Hari ini hari yang hebat!


Sunday, July 31, 2011

#BerSamPlas 9: Menari dengan Baju Baru

#BerSamPlas 9
Sekitar pukul 2 siang, Om Jacky, Tante Lusye, dan Chika tiba di tempat belajar kami di Gunung Mimpi. Hanya ada beberapa orang kawan dan kakak. Kami pun bercerita sambil menunggu kawan-kawan yang lain untuk pergi #BerSamPlas. Selang beberapa menit kemudian Kak Dea menyusul. Novren dan Kelvin pergi menjemput Kak Dea di jalan raya. 

Hari ini untuk kesembilan kalinya kami akan berjalan memungut sampah plastik dan membuangnya di tempat pembuangan sampah dan ternyata Om Jacky, Tante Lusye, Kak Dea, dan Chika tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa baju untuk kami. Baju ini dikirim oleh Kak Sasha di Jakarta. Bajunya berwarna hijau dan bertuliskan Gunung Mimpi. Bajunya bagus sekali. Jadilah hari ini, hari yang istimewa. Kami akan berjalan memungut sampah dengan baju baru.

Sambil menunggu hujan reda, kami bercerita banyak. Om Jacky menceritakan kepada kami tentang bencana tanah longsor yang terjadi di salah satu daerah di Pulau Ambon yang menelan korban jiwa. Kami semua turut berduka untuk kejadian ini. Saat hujan mulai reda kami mulai melangkah menuruni gunung ini untuk #BerSamPlas. 

Sunday, July 24, 2011

Bersih Sampah Plastik 8: Tetap Semangat!

Sore ini, Minggu 24 Juli 2011, kami agak terlambat turun gunung. Sekitar jam setengah 4 kami baru mulai bergegas. Seperti biasa kami berkumpul untuk berdoa sambil menanti kawan-kawan yang lain. Setelah semua sudah datang, Novren berdoa bagi kegiatan kami hari ini. Usai berdoa kami mulai berjalan untuk memungut sampah plastik.

Saat tiba di jalan raya, banyak kakak yang sudah menunggu kami untuk bersama-sama #BerSamPlas. Kak Abe, Kak Maryo, Kak Stanley, Kak Noel, dan ada dua orang kakak yang baru bergabung hari ini, Kak Imel dan Kak Ria. Kami lalu bergabung bersama mereka dan mulai memungut sampah. Hari ini kami kekurangan kantong plastik dan karena itu Kak Wirol harus pergi membelinya. Kami berjalan terus sambil memenuhi kantong plastik dengan sampah plastik. 

Saturday, July 23, 2011

Gunung Mimpi: One Child, One Tree

Entah apa nama gunung yang terletak di sebelah tempat tinggal kami ini. Tapi, sudahlah! Ini tidak harus membuat cerita hebat hari kemarin tidak tertulis. Ke gunung itulah kami akan pergi dan menanam pohon sebagai wujud cinta dan kepedulian kami kepada Bumi.

Pukul 03.00 sore kami sudah berkumpul selepas pulang dari sekolah dan beristirahat sebentar seusai makan siang. Kami berkumpul untuk merayakan Hari Anak Nasional, 23 Juli 2011. Di halaman rumah itu sudah ada banyak kawan-kawan yang sibuk mempersiapkan anakan pohon untuk ditanam sebentar. Ada juga yang berlarian dan bermain dengan gembira.

Saturday, July 16, 2011

Bermain lalu Bermain Sambil Belajar

# Gunung Mimpi #

Sudah banyak orang yang dengan kesungguhan hati dan niat yang tulus datang dan mengajar di Gunung Mimpi. Banyak model perjumpaan yang tercipta antara anak-anak Gunung Mimpi dan semua orang yang datang. Mulai dari perjumpaan yang santai, serius, gembira, sukacita, dan sebagainya. Hari ini ada perjumpaan unik yang terjadi di Gunung Mimpi.
Sekitar pukul 1 siang, kakak-kakak mahasiswa dari FE Akuntansi 2010 – Universitas Pattimura tiba di rumah tempat kami belajar. Mereka tampak bersemangat, tetapi kami belum seberapa yang hadir di rumah ini. Akhirnya, kakak-kakak ini pun menunggu. Bersabar menyaksikan beberapa kawan yang masih bermain dan belum mau belajar. Kesabaran itu pun berbuah! Kawan-kawan yang sedang bermain diajak oleh kakak-kakak untuk bermain di dalam rumah. Siang ini, rumah tempat kami belajar serentak berubah jadi ramai. Permainan diselingi pertanyaan-pertanyaan tentang perkalian, penjumlahan, dan pembagian pun meramaikan perjumpaan kami dengan kakak-kakak yang datang hari ini. Kami diberi satu buah buku dan pensil jika berhasil menjawab pertanyaan kakak-kakak.

Wednesday, July 13, 2011

Belajar Empat Jam, Gembira!

# Axel, Novren, Kelvin, Edo, Fenix, dan Yoyon menyanyi lagu "My ABC" #
Sore ini kami belajar lagi. Sepanjang bulan Juli ini bersama kakak-kakak mahasiswa dari Fakultas Ekonomi-Akuntansi 2010 Universitas Pattimura. Kami belajar dari jam empat sampai jam delapan malam. Selama kurang lebih empat jam itu kami melakukan banyak aktivitas belajar. Mulai dari bermain, bernyanyi, belajar mengenal huruf, belajar ilmu pengetahuan alam, sampai dengan belajar mengetik di komputer.

Kakak-kakak yang mengajar kami hari ini datang sore hari sebab kami sudah mulai bersekolah di tahun ajaran yang baru saja dimulai. Mereka semua rela pulang malam dan menempuh jalan menurun yang licin demi berbagi pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki. Mulia sekali hati kakak-kakak ini. Ada Kak Ella, Kak Fanny, Kak Johny, Kak Willy, bahkan Kak Jeje dan Kak Vinca yang baru mengajar kami pada Sabtu kemarin pun turut datang hari ini. 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More