Saturday, October 15, 2011

BerSamPlas 17: Kami Sahabat

# BerSamPlas 17 | Henry Kdise #
Bertemu sejak tiga minggu berlalu, saya dan Mario Nussy sekitar pukul 13:03 menuju Gunung Mimpi, tepatnya di Amahusu. Kami berdua sampai di tempat tujuan dan besiap menaiki gunung.

Kehadiran kami tak disangka adik-adik Gunung Mimpi, dengan kaget kami berdua membuat mereka tersenyum. Rasa rindu dari adik-adik membuat kami, rasakan kebahagiaan, senang, gembira dengan suara teriakan memanggil kami. “Kaka Maryo, kaka Wirol”.

Kami berpelukan, duduk bersama. Saya dan Mario istirahat saat tiba di gunung. Hari yang menyentuh hati, kami semua bertemu dan berkumpul di tempat biasanya “rumah kaka Weslly Johannes”.

Sambil istirahat, kami siap turun gunung bersama adik-adik. Begitu semangatnya mereka langsung menyampaikan perasaan untuk BerSamPlas dan mengangkat pasir untuk membangun tempat belajar.

Perlengkapan telah disiapkan “karung dan kantong plastik”. Saatnya, kami turun gunung dan menuju Pasir Putih. Sebelum turun gunung, kegiatan kami mulai dari rumah masing-masing dengan mengangkat sampah disekitar lingkungan rumah.

Saat tiba di jalan kami lalu berdoa yang dibawakan oleh adik Edo. Selesai berdoa kami langsung melangkah sepanjang jalan sambil mengakat sampah plsatik. Cara kami adalah proses membentuk setiap karakter berlajar mencintai alam dan sesama.

 
Langit cerah merona, mengeringi perjalanan kami sampai tiba di pasir putih. Kami semua bekerja bersama-sama, membersikan pantai dan mengangkat pasir. tindakan kami membuat semuanya tampak gembira dan tanpa beban. Aktivitas yang dilakukan membuat kami menjadi sahabat, walau terkadang kami bermarahan satu dan lain namun untuk membangun tempat belajar, kami bergandengan tangan dan menghilangkan semua kemarahan.

Sambil mengakat pasir, kami bercerita dan membangun dinamika, menjaling hubungan kekerabatan. Cerita-cerita singkat saat berakhirnya BerSamPlas dan mengangkat pasir diungkapan oleh kakak Mario Nussy.

Sementara bercerita, kami melepaskan beban tanpa syarat. Angin yang berhembus sepoi-sepoi dan panasnya udara tak bisa menghilangkan semangat kami. Kecerian saya dan adik-adik mulai berdamai, kami membuat lingkaran dan berpegangan tangan sambil bernyanyi.

Selesai BerSamPlas, kami menaiki gunung dan menutup aktivitas saat itu dengan doa. “bukan untuk hari ini saja, tetapi untuk seterusnya, kami menjadi sahabat yang tak terpisahkan”.



Kesombongan, kemarahan hilang. Kami bergembira bersama-sama dengan Alam dan siapa saja. Kekompakan telah kami miliki dan menjadi kenangan kebersamaan yang laur biasa. Saya dan Mario berpisah dengan adik-adik dan aktivitas hari itu membawa kami pada satu tujuan yaitu sahabat. (5w1h)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More